TESIS KU

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sain (IPTEKS) sangat pesat terutama dalam bidang telekomunikasi dan informasi. Sebagai akibat dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi tersebut, arus informasi datang dari berbagai penjuru dunia secara cepat dan melimpah ruah. Untuk tampil unggul pada keadaan yang selalu berubah dan kompetitif ini, kita dituntut memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengelola informasi, kemampuan untuk dapat berfikir secara kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemampuan untuk dapat bekerja sama secara efektif. Sikap dan cara berpikir seperti ini, salah satunya dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran matematika, karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat serta jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan siapapun yang mempelajarinya terampil berpikir rasional.

Matematika merupakan bahasa simbolis untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan, yang memudahkan manusia berfikir dalam memecahkan masalah. Untuk itu, proses pembelajaran matematika di sekolah perlu diarahkan untuk membantu siswa menggunakan daya intelektualnya dalam belajar. Dengan adanya tujuan pembelajaran matematika di sekolah, menuntut siswa memiliki kemampuan matematika yang memadai sehingga berbagai kompetensi yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan optimal. Namun, pada kenyataannya masih banyak pembelajaran matematika di sekolah merupakan hal yang sangat serius untuk diprthatikan dan diperbaiki.

Melihat besarnya peranan matematika dalam perkembangan ilmu pengetahuan, perlu dilakukan berbagai usaha guna meningkatkan mutu pendidikan matematika, agar tercipta peserta didik yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika. Peningkatan mutu pendidikan matematika bukan hanya kewajiban pemerintah tetapi juga merupakan kewajiban guru, karena guru memegang peranan utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guru yaitu meningkatkan mutu proses pembelajaran dengan menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang tepat. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makalah “Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Limbah Industri”

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A. LATAR BELAKANG

Pengalaman beberapa negara berkembang khususnya negara-negara latin yang cendrung memakai teknologi dalam industri yang ditransfer dari negara-negara maju (core industry) untuk pembangunan ekonominya seringkali berakibat pada terjadinya distorsi tujuan. Keadaan ini terjadi karena aspek-aspek dasar dari manfaat teknologi bukannya dinikmati oleh negara importir, tetapi memakmurkan negara pengekspor atau pembuat teknologi. Negara pengadopsi hanya menjadi konsumen dan ladang pembuangan produk teknologi karena tingginya tingkat ketergantungan akan suplai berbagai jenis produk teknologi dan industri dari negara maju Alasan umum yang digunakan oleh negara-negara berkembang dalam mengadopsi teknologi (iptek) dan industri, searah dengan pemikiran yang menyebutkan bahwa untuk masuk dalam era globalisasi dalam ekonomi dan era informasi harus melewati gelombang agraris dan industrialis. Hal ini didukung oleh itikad pelaku pembangunan di negara-negara untuk beranjak dari satu tahapan pembangunan ke tahapan pembangunan berikutnya. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makalah Filsafat Ilmu “Rekayasa Genetika”

BAB I

REKAYASA GENETIKA

  1. A. PENDAHULUAN

Menurut Majelis Ulama Indonesia, bayi tabung dibolehkan hanya untuk pasangan suami istri yang tidak bisa memperoleh keturunan dengan cara biasa. Sedangkan bagi pasangan yang bukan suami istri bayi tabung dilarang, seperti dengan penyewaan  rahim wanita lain untuk memperoleh keturunan. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MAKALAH FILSAFAT ILMU “TEHNIK PENULISAN ILMIAH DAN NOTASI ILMIAH” PASCASARJANA UNP’09

BAB I

TEKNIK PENULISAN ILMIAH DAN NOTASI ILMIAH

  1. A. PENDAHULUAN

Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis tulisan popular.  Menulis karya ilmiah mempunyai aturan-aturan dan teknik tertentu yang harus diikuti.  Dalam dunia ilmiah kita ketahui bahwa ilmu dan  pengetahuan didahului oleh ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga sebelum menulis tentu didahului dengan mengumpulkan informasi ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga menulis tidak dapat dipisahkan dengan membaca.  Dalam dunia perpustakaan istilah pencarian informasi dikenal dengan penelusuran literatur.  Maka beruntunglah pustakawan cukup mempunyai bekal dengan memiliki pengetahuan penelusuran literatur. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Landasan Ilmu Pendidikan “Kebudayaan dan Kepribadian”

Kebudayaan dan Kepribadian

Manusia sebagai Makhluk dan Pencipta Kebudayaan

Kebudayaan adalah ciptaan manusia dan syarat bagi kehidupan manusia. Manusia menciptakan kebudayaan dan kebudayaan menjadikan manusia makhluk berbudaya. Lihatlah seorang anak kecil, seluruh hidupnya tergantung kepada orang lain. Bayi tidak bisa mengendalikan emosinya dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Selain itu, bayi juga belum mampu membayangkan masa depannya serta membagi apa yang menjadi hak dan kewajibannya sebagai manusia. Namun, suatu saat dia akan menjadi seorang dewasa yang mempunyai keinginan-keinginan dan kebencian yang terkendalikan serta mampu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat yang kompleks. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Skripsi Nofyta Arlianti, Spd

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TRUE OR FALSE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SLTPN 26 PADANG PADANG Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makalah Graph “Derajat Titik”

MAKALAH

 

MATEMATIKA DISKRIT

 

 

 

DERAJAT TITIK

Oleh

NOFYTA ARLIANTI

(51536)

DOSEN PEMBIMBING

Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Sc

 

KONSENTRASI PENDIDIKAN MATEMATIKA

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGRI PADANG

2010

DERAJAT TITIK

Misalkan G sebuah graph dan v sebuh titik G. Derajat titik v, dilambangkan dengan dG(v) atau d(v), adalah banyak sisi G yang terkait dengan titik v (dengan catatan setiap gulungan/loop di hitung dua kali), atau dengan kata lain derajat titik yaitu banyaknya sisi bertemu pada suatu titik. Misalkan peta pada jalan raya, dengan persimpangan yang merupaka pertemuan tiga jalan atau lebih. Situasi ini diilustrasikan sebagai berikut: Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment